Rabu, 26 Juni 2013

Bertahan Hidup Di Negeri Seberang


roda-hidup
ilustrasi

Kita mesti sadar bahwa yang namanya roda hidup selalu berputar. Layaknya sebuah roda, begitulah hidup ini kadang ada di atas kadang di bawah, kadang senang dan kadang susah. Tentu saja ada beberapa di antara kita yang nasib hidupnya bisa dibilang sedang dalam sedikit kesempitan rizki. Kerja di luar kota, jauh dari sanak saudara, dengan pekerjaan yang jumlah penghasilannya tak seberapa sehingga hanya cukup untuk sekedar bertahan hidup. Sehingga kalaupun dipaksakan untuk menabung, harus sedikit menahan perutnya dari rasa kenyang.
 
Tapi bagaimanapun kita mesti berjiwa besar dan berusaha untuk tetap bahagia. Kita harus berpikir positif seperti misalnya “kita tak akan benar-benar bisa menikmati kebahagiaan kalau belum merasakan pahitnya kesusahan”.

Nah untuk bisa bertahan hidup, intinya kita mesti tetap bergerak (bekerja) dan sambil mencari-cari kemungkinan adanya peluang pekerjaan yang lebih baik. Kita juga mesti hidup irit (prihatin), selama perut tetap cukup terisi.

Kita bisa beli alat memasak, sehingga dengan demikian pengeluaran makan anda bisa ditekan hingga separuhnya. Misalnya dengan jajan sehari habis 20 ribu, maka dengan masak sendiri saya rasa cukup 10 ribu saja. Sesekali makan nasi putih saja ndak papa agar masih bisa nabung. Untuk menjaga agar tidak kekurangan gizi kita misalnya bisa beli telur yang bisa dijadikan teman nasi putih, he he.

Mie instant juga bisa menjadi salah satu alternatif makanan murah, yang penting jangan keseringan karena menurut penelitian makanan tersebut dinilai kurang sehat. Sesekali kita juga bisa beli lauk di pasar yang penting jangan sampai “lebih besar pasak dari tiang”. Dengan begitu kita masih bisa bertahan hidup di negeri orang, hingga nasib berubah seiring dengan tekad, usaha dan doa doa kita. Tempat wisata semarang dan  tanaman apotek hidup.  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar