![]() |
| ilustrasi |
Kita mesti sadar bahwa yang namanya roda hidup
selalu berputar. Layaknya sebuah roda, begitulah hidup ini kadang ada di atas
kadang di bawah, kadang senang dan kadang susah. Tentu saja ada beberapa di
antara kita yang nasib hidupnya bisa dibilang sedang dalam sedikit kesempitan
rizki. Kerja di luar kota, jauh dari sanak saudara, dengan pekerjaan yang
jumlah penghasilannya tak seberapa sehingga hanya cukup untuk sekedar bertahan
hidup. Sehingga kalaupun dipaksakan untuk menabung, harus sedikit menahan
perutnya dari rasa kenyang.
Tapi bagaimanapun kita mesti berjiwa besar dan berusaha
untuk tetap bahagia. Kita harus berpikir positif seperti misalnya “kita tak
akan benar-benar bisa menikmati kebahagiaan kalau belum merasakan pahitnya
kesusahan”.
Nah untuk bisa bertahan hidup, intinya kita mesti
tetap bergerak (bekerja) dan sambil mencari-cari kemungkinan adanya peluang pekerjaan
yang lebih baik. Kita juga mesti hidup irit (prihatin), selama perut tetap
cukup terisi.
Kita bisa beli alat memasak, sehingga dengan
demikian pengeluaran makan anda bisa ditekan hingga separuhnya. Misalnya dengan
jajan sehari habis 20 ribu, maka dengan masak sendiri saya rasa cukup 10 ribu
saja. Sesekali makan nasi putih saja ndak papa agar masih bisa nabung. Untuk
menjaga agar tidak kekurangan gizi kita misalnya bisa beli telur yang bisa
dijadikan teman nasi putih, he he.
Mie instant juga bisa menjadi salah satu
alternatif makanan murah, yang penting jangan keseringan karena menurut
penelitian makanan tersebut dinilai kurang sehat. Sesekali kita juga bisa beli lauk
di pasar yang penting jangan sampai “lebih besar pasak dari tiang”. Dengan
begitu kita masih bisa bertahan hidup di negeri orang, hingga nasib berubah
seiring dengan tekad, usaha dan doa doa kita. Tempat wisata semarang dan tanaman apotek hidup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar